Inilah 8 Inovasi Kemenhaj dalam Pelaksanaan Haji 2026 Baik dalam Negeri maupun Luar Negeri

JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Menteri Haji dan Umrah Dr KH Muchamamd Irfan Yusuf (Gus Irfan) terus melakukan inovasi dalam pelayanan atau pelaksanaan haji. Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Amirulhaj di Auditorium HM Rosyidi Kantor Kementerian Haji dan Umroh Jalan Thamrin Jakarta, Rabu (6/5/2026) malam.

Menurut Gus Irfan, Kemenhaj selama kepemimpinannya telah melakukan 8 inovasi.

“Lima ivonasi dalam negeri dan tiga inovasi luar negeri,” ujar Gus Irfan saat memimpin rapat Koordinasi dan Konsolidasi Amirulhaj yang dihadiri Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesntren Amanatul Ummah.

Juga hadir Wakil Menteri Haji dan Umroh Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Agama Romo R Muhammad Syafi’i, pengusaha Yusuf Hamka, Rektor Universitas Indonesia Prof Dr Heri Hermansyah, Rektor UIN Malik Ibrahim Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si dan tokoh lainnya.

Untuk inovasi dalam negeri, pertama, kata Menhaji Gus Irfan, alokasi kuota provinsi berkeadilan.

“Dampaknya, keseragaman masa tunggu antar provinsi,” ujar Menhaj.

Kedua, penurunan biaya haji sebesar Rp 2 juta. “Tanpa menurunkan kualitas layanan,” ujarnya.

Ketiga, asrama haji berbasis hotel. “Embarkasi Yogyakarta,” tukas Gus Irfan.

Keempat, penambahan satu embarkasi untuk fast track, yaitu embarkasi Makassar.

Kelima, diklat semi militer. Materinya: fisik, mental, dan kompetensi pelayanan, kerjasama tim, pengetahun dasar fiqih haji dan bahasa Arab.

“Karena petugas haji memang membutuhkan kemampuan fisik yang kuat,” ujar Gus Irfan.

Sementara untuk luar negeri, menurut Gus Irfan, ada tiga inovasi.

Pertama, persiapan penyelengaraan haji diselesaikan lebih awal, penyediaan akomodasi, konsumsi, transportasi, dan masyair serta penyelesaian visa haji.

Kedua, layanan dua syarikah serta pembagian dan aktivasi kartu masuk embarkasi.

Ketiga, digitalisasi layanan. “Antara lain control distribusi catering secara elektronik dan trackinglokasi petugas,” ujarnya.